Alhamdulillah Ya Allah masih diberikan umur sampai detik ini. Alhamdulillah masih bisa menikmati masa-masa muda hingga detik ini. Yah, happiness is knowing that Ramadhan is coming very soon. Bisa dibilang ini adalah ramadhan mandiri pertama ku yang jauh dari orang-orang dekat.
I really miss ramadhan with my family (my mom, dad, and little brothers) and friends. Kali ini yang berkesan selain ramadhan bersama keluarga adalah ramadhan selama 3 tahun di Bintaro bersama AGBK. They're like second family I think. As you know, AGBK membuatku jadi lebih rajin sholat berjamaah. Subuh selalu ada yang ngebangunin, dhuhur, ashar, maghrib, dan bahkan isya' selalu diusahakan untuk berjamaah meskipun cuma 2 atau 3 orang di kosan. I really miss that thing ketika pesen catering sekosan buat sahur. Yeah, meski kadang sayurnya udah basi karena mungkin pihak catering bikin makannya udah dari sorenya kali ya 😄😄😄. Rindu sholat tarawih di Masjid Nurul Hidayah Kalmong, rindu cari ta'jil di sepanjang jalan jengkol, rindu masak-masak pas ramadhan buat bareng-bareng sekosan, rindu everything about ramadhan bahkan akupun rindu kultum bergilirnya AGBK setelah sholat subuh. So, thank you AGBK for everything you gave in my life. I am grateful for the chance to have you all 😍💕
Cuma ramadhan yang bisa buat aku jauh dari ghibah (na'udzubillah). Itu kenapa aku terkadang berpikir kenapa gak setiap bulan itu ramadhan sehingga semua orang berbondong-bondong meningkatkan ketaqwaan dan keimanan kepada Allah SWT atau haruskah setiap hari aku puasa atau haruskah aku puasa Daud. Then I realized bahwa Allah SWT itu maha adil. Allah SWT tahu keterbatasan makhluknya dalam segala hal. Entah kenapa ketika ramadhan itu pula aku benar-benar berpikir bahwa Iam proud to be a moslem. Aku bangga menjadi seorang muslimah. This time, I just wanna say Alhamdulillah, Alhamdulillah, and Alhamdulillah. Thanks God.
I really miss ramadhan with my family (my mom, dad, and little brothers) and friends. Kali ini yang berkesan selain ramadhan bersama keluarga adalah ramadhan selama 3 tahun di Bintaro bersama AGBK. They're like second family I think. As you know, AGBK membuatku jadi lebih rajin sholat berjamaah. Subuh selalu ada yang ngebangunin, dhuhur, ashar, maghrib, dan bahkan isya' selalu diusahakan untuk berjamaah meskipun cuma 2 atau 3 orang di kosan. I really miss that thing ketika pesen catering sekosan buat sahur. Yeah, meski kadang sayurnya udah basi karena mungkin pihak catering bikin makannya udah dari sorenya kali ya 😄😄😄. Rindu sholat tarawih di Masjid Nurul Hidayah Kalmong, rindu cari ta'jil di sepanjang jalan jengkol, rindu masak-masak pas ramadhan buat bareng-bareng sekosan, rindu everything about ramadhan bahkan akupun rindu kultum bergilirnya AGBK setelah sholat subuh. So, thank you AGBK for everything you gave in my life. I am grateful for the chance to have you all 😍💕
Cuma ramadhan yang bisa buat aku jauh dari ghibah (na'udzubillah). Itu kenapa aku terkadang berpikir kenapa gak setiap bulan itu ramadhan sehingga semua orang berbondong-bondong meningkatkan ketaqwaan dan keimanan kepada Allah SWT atau haruskah setiap hari aku puasa atau haruskah aku puasa Daud. Then I realized bahwa Allah SWT itu maha adil. Allah SWT tahu keterbatasan makhluknya dalam segala hal. Entah kenapa ketika ramadhan itu pula aku benar-benar berpikir bahwa Iam proud to be a moslem. Aku bangga menjadi seorang muslimah. This time, I just wanna say Alhamdulillah, Alhamdulillah, and Alhamdulillah. Thanks God.
![]() |
| image source: pinterest |
